Dibalik sebuah doa

Doa yang sepuluh tahun lalu saya panjatkan itu, ternyata baru  dikabulkan sekarang oleh Allah SWT. Impian untuk kuliah di Jepang merupakan dambaan banyak pemuda di Indonesia, termasuk saya sendiri. Semula saya sempat pesimis dengan  latar belakang saya yang hanya mengenyam pendidikan di lembaga  Islam dan swasta mulai dari SMP s.d S1, bahkan tidak lulus UMPTN  untuk kuliah di IKIP (UM) maupun UB dulu dan memaksa saya harus  kuliah di STAIN (dulu kalau ditanya orang malu mau jawab bahwa saya  kuliah di STAIN ini apalagi jurusan biologi karena STAIN adalah  universitas kelas bawah dan ndeso di Malang). Hingga lulus S1 atau  S2 pun impian untuk ke jepang ini saya tutup rapat2 mengingat kemampuan bahasa Inggris saya yang sangat sulit untuk diupgrade dan  boro2 mau menembus angka 500, bahkan terakhir tahun 2011 tes hanya dapat 460. Tapi ternyata reseki itu tiba-tiba datang di saat saya sudah tidak membutuhkan mengingat saya sudah berkeluarga dan dikarunia anak yang sangat lucu serta sudah tidak kepikiran lagi  hal yg muluk2. Saya pikir sudah cukuplah reseki Allah berupa kebahagiaan bersama dengan anak dan istri dan berbagi ilmu bersama
mahasiswa Saya di UIN. Terkait hal ini saya pernah teringat kata- kata best friend saya pak Suyono, mungkin apa-apa yang terkabul hari ini merupakan doa-doa kita ketika kita berdoa pada masa yang lalu. Akhirnya dengan berat hati akhir tahun kemarin sy berangkat juga ke Hiroshima University untuk mencari ilmu sebanyak banyaknya agar dapat diamalkan kelak.

Dari sinilah saya dapat pelajaran tentang kekuatan doa dan smg ini dapat menjadi pelajaran terutama bagi kita semua. Kadang di dalam doa sehari-hari kita selalu mengharapkan sesuatu yg kadang-kadang di luar nalar kemampuan kita, tapi yakinlah selama doa kita itu untuk kebaikan insyaAllah Allah akan mengabulkan walaupun bukan di saat itu dan tidak hari juga tapi dilain waktu disaat kita juga kadang-kadang sudah tidak membutuhkannya.

Salam

The first time of Spring Season in Japan

Salah satu impian waktu kecil untuk mengunjungi Jepang adalah melihat indahnya bunga Sakura yang hanya dapat saya baca dari cerita-cerita di buku-buku sejarah tentang negara Jepang di kelas 5 maupun kelas 6 SD. Alhamdulillah di awal Maret s.d April tahun 2014 ini saya dapat menikmati indahnya bunga sakura dengan berbagai variasi warna di salah satu tempat wisata di Iwakuni city.
Selain menikmati indahnya bunga sakura, saya juga menikmati berbagai macam koleksi senjata tradisional jepang SAMURAI yang hanya bisa dinikmati dari film Naruto maupun buku-buku komik heroik jepang lainnya.

10153543_10201571906280994_390361233_n
Koleksi Samurai di Iwakuni Castle

10150817_10201571898360796_1882759125_n
S
akura

1973408_10203311034999263_705587696_o
I
wakuni Bridge

 

Beberapa software untuk editing DNA hasil sequencing

Bagi pemula seperti saya yang belum terbiasa dengan analisis DNA, membaca dan mengedit hasil sequensing DNA adalah sesuatu yang sangat sulit. Dalam hal ini kita dituntut untuk rajin membaca free webiste maupun jurnal yang berhubungan dengan objek ini. Pengalaman saya yang menelusuri lewat jurnal, saya mencoba membaca metode penelitian dari penulis dari suatu jurnal plus hasil yang ditampilkan dan akhirnya setelah membaca  beberapa jurnal tersebut saya dapatkan kesimpulan bahwa ternyata banyak sekali software untuk editing DNA ini mulai dari bagaimana mengalignment hasil DNA yang kita peroleh dan akhirnya membuat pohon filogenetik untuk mengetahui kesamaannya. Berikut ini beberapa software yang dapat didownload secara gratis.

  1. Bioedit. Ini adalah program favorit yang saya temui dari peneliti2 di Indonesia. http://www.mbio.ncsu.edu/bioedit/bioedit.html
  2. Mega Software. http://www.megasoftware.net/
  3. Bionumeric software. http://www.applied-maths.com/software
  4. Finch TV software. http://www.geospiza.com/Products/finchtv.shtml
  5. dll.

Masih banyak sebenarnya macam free software untuk editing dan alignment hasil DNA sequencing ini. Semoga sekelumit info ini dapat bermanfaat.

finchtv2